Belajar - Praktekkan - Berbagi

Kamis, 24 November 2016

Karakter



“The Power of Character”
By:Nurul Khasyiah

            Salam semangat untuk ayah bunda yang selalu menyempatkan waktu untuk mendidik ananda dengan penuh cinta dan para pendidik  diseluruh penjuru tanah air.

Kehadiran beberapa sekolah ramah anak di beberapa ibukota,  ditengah-tengah ayah bunda bukan tanpa sebab, sekolah tersebut hadir untuk mengembalikan konsep pembelajaran yang menyenangkan untuk ananda dan mengembalikan ananda pada konsep fitrah pendidikan yang sesungguhnya. Menyeimbangkan gaung karakter serta aplikasinya dan mampu ideal untuk pencapaian akademik adalah esensi keberadaan “potensi anak sesungguhnya”. Karenanya dengan kerja sama kami dengan ayah bunda, maka sinergi pengembangan karakter akan menjadi jembatan yang membuat anak-anak kita menjadi pribadi terbaik dan bermanfaat.
 Seorang pendidik yang baik setidaknya sadar, bahwa penglihatan, perasaan, dan pendengaran biasanya bersifat sequence atau berurutan dalam sebuah roses pembelajaran adalah langkah awal yang mampu dihadirkan guna tujuan pembelajaran yang harmonis yang mampu direalisasikan dalam pola pembelajaran.  Seorang anak akan sulit menerima tuturan-tuturan bijak yang didengarnya dari sang guru kalau dia melihat tindakan dan merasakan hubungan yang tidak baik dari gurunya. Karena itu penting untuk meneladankan nilai-nilai kebaikan dalam perilaku sehari-hari agar para murid melihat; menciptakan hubungan yang baik agar mereka merasa; dan mengarahkan mereka pada suatu hal yang baik dan benar agar mereka mau mendengar dan melakukan.
Apa yang dilihat anak memberi andil yang cukup besar dalam melahirkan pikiran untuk berperilaku. Namun sekolah hanyalah tangan kedua, pada dasarnya yang paling berpengaruh dalam membetuk karakter anak adalah keluarga. Karenanya kami yakin, “Power of Love” yang ayah bunda hadirkan dengan memberikan contoh keteladanan, memahami ananda dengan tulus, menyediakan waktu untuk mendengar cerita-cerita “hebat” nya dalam kegiatan-kegaiatn yang ananda lalui, kesabaran ayah bunda dalam menyikapi karakter ananda yang luar biasa, dan masih banyak lagi energi cinta dan itu lahir dari sosok ayah bunda yang sangat paham betapa berharganya anak-anak kita di usia “golden age” ini..
Ayah Bunda kehadiran Pendidikan karkater merupakan upaya untuk membantu perkembangan jiwa anak-anak baik lahir maupun batin, dari sifat kodratinya menuju kea rah peradaban yang manusiawi dan lebih baik. Pendidikan karakter merupakan proses berkelanjutan dan tak pernah berakhir (never ending process), sehingga menghasilkan perbaikan kualitas yang berkesinambungan (continuous quality improvement), yang ditujukan pada terwujudnya sosok manusia masa depan, dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. Pendidikan karakter harus menumbuhkembangkan nila-nilai filosofis dan mengamalkan seluruh karakter bangsa secara utuh dan menyeluruh (kaffah).
Ayah Bunda, mari kita bergenggaman tangan bahwa pekerjaan untuk menghadirkan karakter untu menjadi pejuang-pejuang hebat dalam setiap episode hidup anak-anak kita adalah tugas kita bersama. Karena bersama pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan mampu dituntaskan secara bekala dan sukses. Akhir kata “Semangat Berjuang” untuk para orang tua dan guru yang mampu menghadirkan pendidikan karakter ditengah-tengah pembelajaran guna tujuan pendidikan yang penuh cinta dan bermanfaat untuk banyak pihak.


0 komentar :

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © Nurul Khasyiah | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com